<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:admin="http://webns.net/mvcb/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
    <channel>
        <title>Informasi Berita Terkini dan Terbaru Hari Ini &amp; HUKUM ISLAM</title>
        <link>https://www.mu.or.id/hukum-islamrss/category/hukum-islam</link>
        <description>Informasi Berita Terkini dan Terbaru Hari Ini &amp; Title: HUKUM ISLAM</description>
        <dc:language>id</dc:language>
        <dc:rights>Jl. Gedongkuning, No 130B, Rejowinangun, Kotagede, Yogyakarta.</dc:rights>
                                                    <item>
                    <title>Pendidikan Islam Saat Ini Kurang Berhasil</title>
                    <link>https://www.mu.or.id/pendidikan-islam-saat-ini-kurang-berhasil</link>
                    <guid>https://www.mu.or.id/pendidikan-islam-saat-ini-kurang-berhasil</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ YOGYAKARTA &#8212; Assoc. Prof. Dr. Zakiyah, M.Si., Dosen Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Purwokerto, dalam acara Seminar Nasional Studi Islam, Dakwah Islam dan Pendidikan Islam di Era Digital Magister Ilmu Agama Islam UMY yang digelar secara offline dan live zoom, beberapa waktu lalu, mengatakan, hakikat pendidikan Islam itu di antaranya mengembangkan fitrah, mendidik hati, batiniyah dan lahiriyah.
 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>YOGYAKARTA &#8212; Assoc. Prof. Dr. Zakiyah, M.Si., Dosen Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Purwokerto, dalam acara Seminar Nasional Studi Islam, Dakwah Islam dan Pendidikan Islam di Era Digital Magister Ilmu Agama Islam UMY yang digelar secara offline dan live zoom, beberapa waktu lalu, mengatakan, hakikat pendidikan Islam itu di antaranya mengembangkan fitrah, mendidik hati, batiniyah dan lahiriyah.</p>
<p>&#8220;Pentingnya disesuaikan dengan kondisi serta melangsungkan kehidupan anak lebih baik dan hidup bahagia dunia akhirat,&#8221; kata Zakiyah.</p>
<p>Di depan narasumber Dr. Nawari Ismail, M.Ag., dan Dr. Aris Fauzan, S.Ag., M.A., keduanya dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Assoc. Prof. Dr. Asrori Mukhtarom, M.A. dari Universitas Muhammadiyah Tangerang, Dr. H.M. Lutfi Mustofa, M.Ag. dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.</p>
 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mu.or.id/media/images/2023/10/116534d9c1bacae.jpg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="93992" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Sun, 17 Sep 2023 08:13:18 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>IDmediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        &#039;aisyiyah,
                                                                                                                                                                muhammadiyah,
                                                                                                                                                                pwm diy                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Membangun AUM dan Berpihak Pada Kelompok Dhuafa&amp;Mustadh’afin Adalah Menjaga Warisan KH Ahmad Dahlan</title>
                    <link>https://www.mu.or.id/membangun-aum-dan-berpihak-pada-kelompok-dhuafa-mustadhafin-adalah-menjaga-warisan-kh-ahmad-dahlan</link>
                    <guid>https://www.mu.or.id/membangun-aum-dan-berpihak-pada-kelompok-dhuafa-mustadhafin-adalah-menjaga-warisan-kh-ahmad-dahlan</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ JEMBER-Membangun Amal Usaha Muhammadiyah dan berpihak kepada kelompok dhuafa’-mustadh’afin adalah usaha menjaga warisan KH. Ahmad Dahlan. Pernyataan ini disampaikan Sekretaris Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Muhammad Sayuti, dalam acara Peletakan Batu Pertama Pembangunan Tahap ke-2 SD Muhammadiyah Kaliwates (Hamka) di Jember, Jawa Timur. 
 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><strong>JEMBER-</strong><span style="font-weight: 400;">Membangun Amal Usaha Muhammadiyah dan berpihak kepada kelompok dhuafa’-mustadh’afin adalah usaha menjaga warisan KH. Ahmad Dahlan. Pernyataan ini disampaikan Sekretaris Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Muhammad Sayuti, dalam acara Peletakan Batu Pertama Pembangunan Tahap ke-2 SD Muhammadiyah Kaliwates (Hamka) di Jember, Jawa Timur. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sayuti mengatakan, warisan tersebut sepintas terlihat unik dan berbeda dengan yang lain, karena lazimnya warisan berbentuk harta, properti, dan semacamnya. K.H. Ahmad Dahlan sendiri lebih memilih mewarisi jiwa sosial yang kuat pada seluruh penerusnya di Persyarikatan Muhammadiyah.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Istilah jiwa sosial, bisa dimaknai hari ini dengan kesalehan sosial adalah sumber dari semangat membantu dan berbuat kebajikan yang kemudian memadat dan melahirkan Amal Usaha Muhammadiyah di bidang pendidikan, sosial, ekonomi, kesehatan, dan lain sebagainya. Sayuti berpesan agar warisan jiwa sosial tersebut diteruskan. </span></p>
 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mu.or.id/media/images/2023/10/116534d9d1bb44f.jpg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="18667" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Mon, 11 Sep 2023 07:07:22 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>MediaMu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        ahmad dahlan,
                                                                                                                                                                aum,
                                                                                                                                                                jiwa sosial,
                                                                                                                                                                muhammadiyah,
                                                                                                                                                                warisan                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Pemberdayaan Kelompok Rentan Bisa Diusahakan Melalui Amal Wakaf</title>
                    <link>https://www.mu.or.id/pemberdayaan-kelompok-rentan-bisa-diusahakan-melalui-amal-wakaf</link>
                    <guid>https://www.mu.or.id/pemberdayaan-kelompok-rentan-bisa-diusahakan-melalui-amal-wakaf</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ BERLIN-Dalam pemberdayaan kelompok rentan, terutama kaum perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga, wakaf uang dianggap sebagai solusi yang berpotensi besar. Tidak hanya di Indonesia, para diaspora Indonesia juga diharapkan dapat berperan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi melalui wakaf uang.
 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><b>BERLIN-</b><span style="font-weight: 400;">Dalam pemberdayaan kelompok rentan, terutama kaum perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga, wakaf uang dianggap sebagai solusi yang berpotensi besar. Tidak hanya di Indonesia, para diaspora Indonesia juga diharapkan dapat berperan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi melalui wakaf uang.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Untuk merespons pernyataan ini, Pusat Studi Islam Perempuan dan Pembangunan (PSIPP) Institute Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan Jakarta, bersama Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Jerman Raya, dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Berlin, menggelar seminar hybrid berjudul ‘Wakaf Uang dan Diaspora Indonesia’ pada Sabtu (09/09).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sejumlah tokoh penting turut hadir dalam pertemuan ini. Mereka termasuk Duta Besar Republik Indonesia untuk Federal Jerman, Arif Havas Oegroseno, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2005-2015 Prof. Dr. Din Syamsuddin, Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. Abdul Mu’ti, Dewan Pakar Majelis Pemberdayaan Wakaf Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Raditya Sukmana.</span></p>
 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mu.or.id/media/images/2023/10/116534d9c2be9ea.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="73153" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Tue, 12 Sep 2023 11:53:44 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>MediaMu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        muhammadiyah jerman,
                                                                                                                                                                pemberdayaan perempuan,
                                                                                                                                                                wakaf                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>7 Siswa SMA Muhi Raih Bantuan Modal Usaha 26 Juta</title>
                    <link>https://www.mu.or.id/7-siswa-sma-muhi-raih-bantuan-modal-usaha-26-juta</link>
                    <guid>https://www.mu.or.id/7-siswa-sma-muhi-raih-bantuan-modal-usaha-26-juta</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ SLEMAN &#8211; Para peserta didik SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta (Muhi) dinyatakan lolos seleksi proposal Program Inkubasi Calon Saudagar Muda Muhammadiyah, yang diprakarsai oleh Majelis Dikdasmen-PNF PWM D.I. Yogyakarta bekerjasama dengan Lazismu D.I. Yogyakarta, PT. BPRS HIK MCI, dan LP UMKM PWM DIY.
 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>SLEMAN &#8211; Para peserta didik SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta (Muhi) dinyatakan lolos seleksi proposal Program Inkubasi Calon Saudagar Muda Muhammadiyah, yang diprakarsai oleh Majelis Dikdasmen-PNF PWM D.I. Yogyakarta bekerjasama dengan Lazismu D.I. Yogyakarta, PT. BPRS HIK MCI, dan LP UMKM PWM DIY.</p>
<p>Ketujuh siswa lolos setelah mengikuti Pelatihan Kewirausahaan Dasar Calon Saudagar Muda Muhammadiyah pada Sabtu – Ahad (23 -24 Shafar 1445 H bertepatan 9 – 10 September 2023) di Gedung BBPPMPV Seni dan Budaya D.I. Yogyakarta. Mereka pun terbagi menjadi 4 proposal usaha yang terdiri atas 2 proposal kelompok dan 2 proposal individu. Kelompok pertama beranggotakan 3 orang terdiri atas Raya Emirrani Syahlevi, Sahrani Jade Riyandini Laurasita, dan Ervana Ayu Setya dengan judul usaha D&#8217;Variety. Kelompok kedua beranggotakan 2 orang meliputi Shafwana Muhan dan Janeeta Dhia Syarafana dengan judul usaha Caokies. Masing masing kelompok mendapatkan bantuan modal usaha senilai 10 juta yang dibayarkan melalui 3 tahapan.</p>
<p>Proposal usaha kategori individu diraih oleh Muhammad Raja Benbela Haryono dengan judul usaha Kaos Oversize &#8220;Circamemoria&#8221; untuk kenangan masa kecil dan Hana Azizah Yazid dengan judul usaha Pemanfaatan Kardus Bekas Menjadi Barang Jadi Rak Sebagai Bentul Peduli Terhadap Lingkungan. Peserta individu mendapatkan bantuan modal usaha senilai 3 juta rupiah. Dengan demikian, 7 peserta didik tersebut mendapatkan total bantuan modal usaha senilai 26 juta.</p>
 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mu.or.id/media/images/2023/10/116534da38078ba.jpg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="83816" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Sun, 10 Sep 2023 08:08:54 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>IDmediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        &#039;aisyiyah,
                                                                                                                                                                muhammadiyah,
                                                                                                                                                                pwm diy,
                                                                                                                                                                sma muhi                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Dilantik, Pengurus Baru Tapak Suci Madrasah Mu&amp;#8217;allimin Muhammadiyah Yogyakarta Periode 2023/2024</title>
                    <link>https://www.mu.or.id/dilantik-pengurus-baru-tapak-suci-madrasah-muallimin-muhammadiyah-yogyakarta-periode-2023-2024</link>
                    <guid>https://www.mu.or.id/dilantik-pengurus-baru-tapak-suci-madrasah-muallimin-muhammadiyah-yogyakarta-periode-2023-2024</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ YOGYA &#8211; Bendahara Umum Pimpinan Pusat Tapak Suci Putera Muhammadiyah, Ir. Ahmad Syauqi Soeratno, M.M., P.Ma., pada 30 Agustus 2023 lalu melantik pengurus baru Tapak Suci Madrasah Mu&#8217;allimin Muhammadiyah Yogyakarta periode 2023/2024.
 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>YOGYA &#8211; Bendahara Umum Pimpinan Pusat Tapak Suci Putera Muhammadiyah, Ir. Ahmad Syauqi Soeratno, M.M., P.Ma., pada 30 Agustus 2023 lalu melantik pengurus baru Tapak Suci Madrasah Mu&#8217;allimin Muhammadiyah Yogyakarta periode 2023/2024.</p>
<p>Pada kesempatan itu dilakukan serah terima pengurus lama dengan berbagai prestasi yang telah diraih selama ini kepada pengurus baru.</p>
<p>Ketika menyampaikan pesan Ketua Umum Pimpinan Pusat Tapak Suci Putera Muhammadiyah, Drs. M. Afnan Hadikusumo, Syauqi mengatakan bahwa perkaderan di Madrasah Mu&#8217;allimin Muhammadiyah Yogyakarta memiliki tiga peran strategis.<br />
Pertama, sebagai kader Mu&#8217;allimin adalah menbentuk iman dan akhlak.<br />
Kedua, anak-anak yang berproses di Tapak Suci dapat membangun mental dan jiwa yang kuat.<br />
Ketiga, Tapak Suci Putera Muhammadiyah telah berkibar di seluruh penjuru dunia dan ini menunjukkan perkaderan di Tapak Suci juga menyebar ke seluruh dunia.</p>
 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mu.or.id/media/images/2023/10/116534da3db67a8.jpg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="78968" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Sat, 09 Sep 2023 09:21:33 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>IDmediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        &#039;aisyiyah,
                                                                                                                                                                madrasah mu’allimaat muhammadiyah,
                                                                                                                                                                muhammadiyah,
                                                                                                                                                                pwm diy,
                                                                                                                                                                tapak suci                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                        </channel>
</rss>